Saturday, November 7, 2026
Google search engine
HomePendidikanPW Pemuda NW NTB Roadshow ‘Ngaji Kepahlawanan’ Soal Pengusulan Gelar Pahlawan Pendiri...

PW Pemuda NW NTB Roadshow ‘Ngaji Kepahlawanan’ Soal Pengusulan Gelar Pahlawan Pendiri NW

Sorotanmedia.co, Lombok Timur – Dalam menyambut Hari Pahlawan 10 November 2026, Pimpinan Wilayah Pemuda NW NTB melakukan roadshow ke berbagai lembaga pendidikan NW, menggelar Seminar/Ngaji Kepahlawanan dengan tema ‘Napak Tilas Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan organisasi NW TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Roadshow dilakukan selama enam hari. Hari pertama tanggal 2 November 2026, acara bertajuk Ngaji Kepahlawanan, di Aula MA Mu’allimin NW Anjani, dengan peserta siswa MTs dan MA Mu’allimin NW Anjani. Pada tangggal 3 November 2026, dilangsungkan di Aula MA Mu’allimat W Anjani, dengan peserta siswi MTs dan MA Muallimat NW Anjani.

Pada tanggal 4 November 2026, acara berlangsung di Aula SMK NW Anjani dengan peserta siswa SMK NW, SMA NW, SMA Plus Hamzanwadi II NW dan SMP NW Anjani. Hari terakhir roadshow kepahlawanan tanggal 7 November 2026, di Pondok Pesantren Darussiddiqien NW Mertak Paok Lombok Tengah, dengan peserta santri di pontren tersebut, hadir juga santri dari  Pontren Darussalimin NW Sengkol dan Pontren Ishlahul Ummah NW Lendang Kekah Lombok Tengah.

Di Lombok Tengah sendiri, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah yang juga Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NW Lombok Tengah, H Lalu Ramdhan.

Pemuda NW NTB menyiapkan dua narsumber yaitu Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Drs H Syarif Waliyullah, dan Ketua PW Pemuda NW NTB, Hasanah Efendi, Penulis buku Proses Pengusulan Gelar pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Dalam pemaparannya, H Syarif Waliyullah, menyampaikan peran dan kontribusi Maulanasyaikh bagi Bangsa Indonesia, baik sebelum dan sesudah merdeka sangat besar. Pada pra kemerdekaan, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, membentuk wadah perjuangan yang disebut al Mujahidin, di mana perkumpulan ini menghimpun para pemuda Sasak untuk dipompa semangatnya agar memiliki keberanian berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Itulah dikenal dengan peristiwa 7 Juni 1949, saat terjadinya penggempuran militer NICA di Selong yang dipimpin kedua adik beliau yaitu TGH Muhammad Faesal Abdul Madjid dan TGH Ahmad Rifai Abdul Madjid. Dalam peristiwa tersebut gugurlah adik beliau TGH Muhammad Faesal dan dua santri Madrasah NWDI yaitu Sayyid Muhammad Saleh dan Abdullah, sedang pasukan yang lain ditangkap dan ditahan penjajah,” urainya.

Katanya, sebagai ketua TG2GD, dirinya bersama tim terus berusaha mengumpulkan bukti dan dokumen perjuangan beliau, baik sebelum merdeka ataupun setelah merdeka. Intinya, Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dari syarat umum, syarat khusus dan syarat pendukung, layak dianugrahi gelar pahlawan nasional oleh negara.

“Sejak kita usulkan 2015 lengkap dengan dokumen dan bukti, pada 9 November 2017, Presiden Joko Widodo resmi menandatangi Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017 yang mengangkat 4 putra-putri terbaik bangsa menjadi pahlawan nasional, salah satunya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan organisasi NW,”tandasnya.

Sedang, Ketua PW Pemuda NW NTB, menyampaikan awal mula terbentuknya TG2GD Kabupaten Lombok Timur. Kataya, pada 10 November 2014 itu saat dirinya menjadi Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NW Lombok Timur, bersama generasi muda NW lainnya dalam satu wadah Ikatan Loyalis Muda (ILMu) NW menggelar aksi damai dalam menyuarakan pengusulan gelar pahlawan kepada Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

“Alhamdulillah pada waktu itu, usulan kami didengar oleh Pemerintah Daerah Lombok Timur dan membentuk Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD)  beranggota 13 orang dari berbagai unsur, mulai dari akademisi, pakar, sejarawan, dan tokoh masyarakat. Tugasnya adalah melakukan pengkajian dan penggalian sejarah dan fakta autentik. Melakukan visitasi untuk melihat secara langsung sejauh mana tokoh tersebut mendapat pengakuan di masyarakat,” urainya.

Hasfen panggilan akrabnya menyampaikan untuk bisa merasakan seperti apa perjuangan para pahlawan kusuma bangsa, kita harus membaca sejarah perjuangannya, mendatangi jejak-jejak perjuangannya, menziarahi makamnya, sehingga kita sebagai penerus bangsa ini tidak lupa akan jasa para pahlawan.

“Teladani nilai-nilai kepahlawanan yang ditanamkan seperti sikap patriotisme, gotong royong dan saling membantu antar sesama anak bangsa. Itulah yang dilakukan para pahlawan kita saat berjuang di medan juang, tidak mundur sejengkal pun saat berhadapan dengan musuh,” tegasnya. (vin)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments