Sorotanmedia.co, Lombok Timur – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBW) Dr TGKH Lalu Gede Muhmmad Zainuddin Atsani, memutuskan bahwa perayaan haul wafatnya almagfurulah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri Madrasah NWDI, NBDI dan Organisasi NW secara terpisah dan khusus. Pada tahun ini, haul khusus itu digelar pada tanggal wafatnya Maulana Syaikh tanggal 21 Oktober 2026.
Perayaan haul ke 29 wafatnya Pendiri NW itu dipusatkan di Lapangan Ummuna Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, pada Rabu (21/10/2026). Puluhan ribu pengurus, jemaah dan santri NW tumpah ruah di arena haul tersebut.
Ketua Umum PBNW, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasi kepada panitia dan jemaah NW yang hadir dalam haul ke – 29 Pendiri NW ini, sebagai bentuk kecintaan kepada beliau.
“Kita mengingat kembali perjuangan, keikhlasan, dan jasa-jasa Almaghfurlah Maulansyaikh selama hidupnya. Bagaimana beliau berjuang untuk agama, untuk NW, untuk masyarakat,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, haul ini juga sebagai ajang silaturrahmi. Dengan haul ini, yang jauh menjadi dekat. Yang lama tidak bertemu, dipertemukan kembali.
“Inilah wasiat Maulanassyaikh, Iman Taqwa, Haul itu perekat umat,” tandasnya.
Yang terpenting dari haul ini juga ada doa dan penghargaan. Kita sebagai generasi penerus, tidak boleh melupakan jasa orang tua, guru-guru kita.
” Hari ini kita adalah murid-murid, anak-anak shaleh, baik secara biologis dan idilogis yang mendoakan Maulanasyaikh,”pungkasnya.
Sekretaris Majlis Dakwah Hamzanwadi II, TGH Muhmmad Fikri, mengatakan panitia telah menyiapkan lokasi haul dengan rangkain acara, mulai dari hataman al Qur’an, Hiziban, Mahalul Qiyam, Manaqib, Solawatan dan pengajian.
“Untuk lebih fokusnya jemaah yang hadir, panitia telah menyiapkan puluhan stand dengan menyediakan berbagai minuman dan makanan secara gratis,” ucapnya.
Manaqib Maulanasyaikh dibacakan salah satu cucu beliau yaitu TGH L G Muhmmad Khairul Fatihin dilanjutkan dengan penyampaian pengalaman dan kesan terbaik dari para murid Maulanasyaikh saat mengaji dulu.
Haul ditutup zikir, doa dan solat zohor berjemaah di arena haul (zia)



