sorotanmedia.co, Lombok Timur – Kelompok Tani Barokah Zakat binaan Baznas Lombok Timur yang mengelola Program Lumbung Pangan di Kecamatan Pringgabaya resmi menyetorkan zakat hasil panen mereka, di kantor Baznas Lombok Timur, pada Selasa (02/06/2026).
Penyetoran zakat ini merupakan komitmen rutin yang dilakukan setiap kali musim panen tiba. Untuk periode ini, total zakat yang disetorkan mencapai angka yang signifikan sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah.
Menanggapi konsistensi para petani tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Mohamad Kamli, memberikan apresiasi khusus atas keberhasilan program pemberdayaan ini. Keberhasilan Kelompok Tani Barokah Zakat di Pringgabaya adalah bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif mampu mengubah mustahik menjadi muzakki.
“Kami sangat mengapresiasi kejujuran dan kedisplinan para petani dalam menunaikan zakat pertaniannya. Ini bukan hanya soal angka, tapi soal keberkahan hasil bumi yang mereka garap,” pujinya.
Perwakilan dari Kelompok Tani Barokah Zakat, Akhyar Rosidi, menjelaskan bahwa penyetoran kali ini merupakan tahap kedua dari rangkaian hasil panen musim ini.
“Pagi ini kami menyetor zakat sebesar Rp.11.500.000 untuk tahap kedua. Sebelumnya, pada tahap pertama kemarin, kami juga telah menyetorkan sebesar Rp.11.000.000,” ujar Akhyar saat memberikan keterangan di lokasi lumbung pangan.
Akhyar juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzakki (pembayar zakat) yang melalui BAZNAS telah memberikan kepercayaan kepada petani lokal untuk mengelola program lumbung pangan ini.
Terimakasih Muzakki dan BAZNAS karena sudah mempercayai kami. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua Kelompok Tani Barokah Zakat, Dulahir, mengungkapkan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari dukungan sistemik yang diberikan BAZNAS.
“Terima kasih muzakki dan BAZNAS sudah mempercayai kami kelompok tani dalam mengelola lumbung pangan BAZNAS. Kepercayaan ini akan kami jaga dengan terus bekerja keras dan memastikan zakat dari hasil panen kami tersalurkan tepat waktu,” ungkap Dulahir.
Program Lumbung Pangan ini diharapkan terus menjadi role model bagi wilayah lain di Lombok Timur dalam mengintegrasikan antara produktivitas pertanian dengan ketaatan spiritual melalui zakat. (red)



