Monday, May 11, 2026
Google search engine
HomeKerjasamaPemkab Lotim Terima Audensi dengan Pemprov NTB Perkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Lokal

Pemkab Lotim Terima Audensi dengan Pemprov NTB Perkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Lokal

Sorotanmedia.co, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Hal itu ditegaskan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat menerima audiensi Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersama Perum Bulog di ruang rapat Bupati, Rabu (06/05/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Bupati membahas sejumlah program strategis mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi komoditas unggulan daerah, hingga penguatan ketahanan pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa komoditas porang kini menjadi salah satu andalan Lombok Timur. Bahkan harga porang di daerah itu disebut mencapai Rp10.200 per kilogram, melampaui harga yang ditetapkan Bulog.

“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujar Haerul Warisin.

Ia menjelaskan, produksi porang di Lombok Timur saat ini mampu mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga diolah menjadi tepung. Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan pengawasan agar pengembangan komoditas tersebut berjalan optimal.

Selain porang, sektor perkebunan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati mengungkapkan Lombok Timur memiliki potensi besar pada komoditas kelapa dan membuka peluang kerja sama dengan investor.

“Kita menyambut baik jika ada investor yang ingin bekerja sama dalam pengembangan komoditas kelapa di Lombok Timur,” katanya.

Bupati juga meminta Pemerintah Provinsi NTB melakukan identifikasi kebutuhan spesifik terhadap tujuh desa di Lombok Timur yang masuk program desa berdaya, yakni Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara.

Menurutnya, bantuan sosial berupa sembako ke depan perlu disalurkan melalui kartu khusus agar distribusinya lebih tepat sasaran dan mudah diawasi.

Di sektor pertanian, Pemkab Lombok Timur terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi, terutama untuk komoditas cabai dan sayuran. Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan harian.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur bahkan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi guna menstabilkan harga di pasaran.

Untuk mendukung peningkatan kualitas hasil pertanian, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata menyebut saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di Lombok Timur.

Program tersebut difokuskan bagi desa miskin ekstrem melalui bantuan stimulan dan penguatan ekonomi lokal.

“Lombok Timur memiliki potensi hilirisasi yang sangat besar. Lebih dari 30 sektor sudah mulai dikembangkan, meski masih banyak potensi yang belum dikelola secara optimal,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan adanya ketertarikan investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa di Lombok Timur.

Di sisi lain, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal menyatakan kesiapan Bulog mendukung program ketahanan pangan daerah, termasuk penyediaan beras dan pelaksanaan operasi pangan murah di tujuh desa berdaya.

“Bulog siap mendukung program desa berdaya dan ketahanan pangan daerah melalui operasi pangan murah,” katanya.

Audiensi tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan lembaga terkait dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Lombok Timur.

Pada hari yang sama, Bupati Lombok Timur juga menerima audiensi tim Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP).

Sebanyak 754 mahasiswa akan diterjunkan ke lima kecamatan, yakni Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur, yang mencakup 58 desa.

Bupati menyambut baik program tersebut dan berharap mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa, terutama dalam penguatan literasi digital.

Mahasiswa diharapkan membantu masyarakat memahami layanan digital seperti BPJS hingga sistem pembayaran pajak elektronik guna meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Bupati juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan desa binaan berbasis pengabdian mahasiswa UIN Mataram di wilayah Lombok Timur. (Yt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments