Lombok Timur, sorotanmedia.co – Wakil bupati Lombok Timur H Mohammad Edwin Hadiwijaya meminta kolaborasi semua pihak mempercepat pencegahan dan penurunan angka stunting. Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi stunting tingkat kabupaten Lombok Timur, di pendopo bupati, Selasa (30/12/2025).
Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya memberikan catatan dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Lombok Timur, perbedaan data adalah salah satunya.
Data stunting pada berbagai sumber yaitu Survei Kesehatan Indonesia (SKI), Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Perbedaan data karena adanya perbedaan metode dan pengambilan sampel, serta tujuan atau peruntukkan data. Dia mengingatkan untuk membaca data dengan baik dan memanfaatkannya dengan tepat.
“Perbedaan data ini jangan jadi pertentangan. Menurut saya, keduanya (data SSGI dan e-PPGM) benar semua, tidak ada yang salah,” katanya.
“Untuk itu harus disandingkan dan jangan diperdebatkan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang perlu bagaimana membaca sebuah data dan mengolahnya, dan mengakurasi hasilnya sehingga pas untuk penanganan stunting,” tegasnya
Dia melanjutkan, data SSGI akan menjadi acuan untuk menentukan arah kebijakan dan capaian di Kabupaten Lombok Timur. Sementara data e-PPGM menjadi alat untuk menuju ke arah tersebut. Untuk itu bukan hanya kuantitas, akan tetapi kualitas dan akurasi data mutlak diperlukan.
Karena itu pula kalibrasi alat ukur perlu diperhatikan agar tidak terjadi bias data. Pemerintah Daerah akan membuat SOP pengukuran yang benar, serta pelatihan dan sosialisasi bagi SDM yang bertugas melakukan pengukuran. Selain itu rekonsiliasi data dan evaluasi berkala (triwulan) akan dilakukan. Sehingga progres penangananan stunting lebih terukur dan terarah.
Wabup juga menggarisbawahi komunikasi lintas sektor. Ia berharap pertemuan ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan yang lebih baik ke depan.
“Saya mengajak kita semua untuk memanfaatkan pertemuan hari ini untuk berdiskusi sebagai bagian dari rangkaian perencanaan untuk tahun 2026. Perencanaan yang baik tentu harus didukung sumber data yang baik, benar dan berkualitas. Perencanaan yang baik adalah setengah dari keberhasilan. Mari optimalkan SDM kita lebih efektif dan efisien,” harapnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur H Moh Zaidarrohman, sekaligus Sekretaris TP3S Kabupaten Lombok Timur mengingatkan meski di tahun 2025 telah banyak capaian dan inovasi yang telah Lombok Timur raih, baik penghargaan tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional, akan tetapi, masih banyak catatan dan pekerjaan rumah bidang kesehatan yang harus diselesaikan.
Selain itu, mengingat angka stunting di Lombok Timur masih cukup tinggi yakni menempati posisi ke-9 dari 10 Kabupaten/Kota di NTB, diharapkan rakor ini akan melahirkan kesepakatan intervensi positif terutama untuk wilayah yang menjadi kantong stunting di Kecamatan maupun Desa.
“Melalui rakor terbangun ini akan terbangunnya komitmen dari seluruh pihak yang berkepentingan dan kolaborasi bersama lintas sektor betul-betul bisa terwujud. Serta menjadi dasar pentingnya kebersamaan baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa untuk berpartisipasi untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting,” pungkasnya. (ton)



