Sorotanmedia.co, Lombok Timur –
Puncak peringatan Adz-Zikrol Hauliyah ke-61 Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits (MDQH) Al-Majidiyyah As-Syafi’iyyah Nahdlatul Wathan (NW) di Anjani, digelar khidmat di Majelis Hamzanwadi II, Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani pada Kamis, (27/08/2026).
Ribuan thullab-tholibat, mutakharrijin (alumni), wali thullab dan warga NW hadir untuk mengenang usaha dan kerja keras pendiri Mahad, Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
Dalam acara puncak ini juga dilakukan penyerahan santri baru. Sebanyak 968 Thullab dan Tholibat baru mengikuti prosesi serah Mayung Sebungkul, yang terdiri dari 491 Banin dan 477 Banat. TGH. Sirrul Wathon mewakili seluruh wali santri.
Selain itu dari 1.175 thullab dan tolibat yang tamat diumumkan 25 terbaik mutakharrijin dan 17 mutakharrijat angkatan ke 61, bersama 94 thullab dan tholibat Ma’had, yang telah hafidz Qur’an 30 juz, yang diumumkan Wakil Amid Ma’had, TGH Zaini Abdul Hanan.
Pengajian Adz-Zikrol Hauliyah ke-61, disampaikan Dr. Syaikh Musthofa Attilimsani yang diterjemahkan Dr. TGH. Syahri Ramadhan.
Dalam tausiyahnya dijelaskan makna Ma’had yang berasal dari kata ‘ahida yaitu mendatangi suatu tempat secara rutin untuk menimba ilmu. Ad-Dar adalah tempat yang memiliki batas dan dikelilingi pagar. Sementara Al-Qur’an berarti sesuatu yang dikumpulkan dan tersimpan di hati orang beriman serta dibaca dengan lisan.
“Seafdhol-afdhol ibadah adalah membaca Al-Qur’an,” tegasnya.
Amidul Ma’had yang juga Ketua Umum PBNW, Dr. TGKH. L. Gede M. Zainuddin Atsani, dalam amanatnya, berpesan kepada seluruh mutakharrijin jangan pernah merasa puas terhadap ilmu yang dimiliki sekarang ini.
“Teruslah menimba ilmu di manapun kalian berada. Jadikan diri kalian orang yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya.
Menurutnya, dengan semangat hauliyah ini, diharapkan nilai perjuangan Maulana Syaikh terus hidup dan diamalkan oleh seluruh kader NW untuk kemajuan umat dan bangsa.
“Konsep perjuangan NW berpusat pada penegakkan iman dan takwa serta kecintaan terhadap tanah air melalui bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Maka dari itu, teruslah berjuang untuk kemajuan agama, bangsa dan Nahdlatul Wathan,”pungkasnya.
Penyampaian pesan dan kesan alumni turut mewarnai Adz-zikrol Hauliyah ke-61. Prof. Dr. TGH Fahrurrozi Dahlan, alumni angkatan ke-33, menyampaikan keberkahan dari Allah SWT berkat kita mengiring guru besar kita Almaghfurlah Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
“Kenang-kenangan dan agenda adalah data atau identitas untuk mendapatkan legitimasi pendidikan MDQH,” ujarnya.
Sementara Dr. TGH. Marzuki, Ketua PW NW DKI Jakarta, alumni angkatan pertama di Kalijaga, mengutip syair Maulana Syaik; Wahai saudaraku engkau tidak akan mendapatkan ilmu sempurna kecuali menuntut ilmu di NW. Tidak ada suasana yang paling indah yaitu duduk bersimpuh di hadapan guru.”
Sebelumnya, Ketua Panitia, Muhammad Faisal Hamzah, dalam laporannya menyampaikan bahwa hauliyah tahun ini dirangkai dengan berbagai kegiatan pra-acara sejak awal Agustus. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelantikan panitia pada 5 Agustus. Kemudian pada 17–24 Agustus digelar berbagai lomba desain poster dan video. Ahad, 23 Agustus dilaksanakan Seminar Ke-NW-an dan Kebangsaan.
Dilanjutkan Khotmil Qur’an pada Senin, 24 Agustus. Sementara Rabu, 26 Agustus digelar Cukuran Massal Thullab dan Tholibat Baru serta Pengijazahan Kitab bagi Calon Mutakharrijin dan Mutakharrijat. Puncaknya pada hari ini dilaksanakan Adz-zikrol untuk mengenang perjuangan Maulana Syaikh.
(Penulis Tim PKL Mahassiswa Fakultas Dakwah IAIH NW Lotim)



