Sorotanmedia.co, Lombok Timur – Pelaksanaan Car Free Night (CFN) Award 2026 di Lombok Timur menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan kegiatan yang telah berlangsung sekitar satu tahun. Tak hanya menghadirkan hiburan, CFN juga memberikan ruang bagi anak-anak dan talent untuk menunjukkan kemampuan serta kreativitas mereka.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, menilai keberadaan Car Free Night memberikan ruang positif bagi anak-anak dan talent untuk menyalurkan ekspresi.
“Yang mengisi acara Car Free Night ini adalah anak-anak atau talent yang tampil setiap malam Kamis. Artinya, kita melihat ada wadah untuk mewujudkan ekspresi mereka,” ujar Wakil Bupati pada Rabu malam (19/08/2026).
Menurutnya, ruang ekspresi seperti Car Free Night penting karena memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tampil dan mengembangkan kreativitas di ruang publik.
“Kegiatan tersebut juga mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku usaha dalam satu rangkaian kegiatan,” sebut Edwin.
Selama sekitar satu tahun, kata Wabup, Car Free Night telah dilaksanakan sebanyak kurang lebih 22 kali dengan menghadirkan beragam penampilan. Mulai dari pertunjukan seni, fashion show, hingga keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi bagian dari setiap rangkaian kegiatan.
“Dari sisi ekonomi, pelaksanaan CFN turut memberikan dampak bagi masyarakat. Koordinator CFN menyebutkan, perputaran uang dari rangkaian kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp501 juta selama satu tahun,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan CFN. Para pelaku usaha mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pasar.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati juga memperkenalkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat. Layanan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memudahkan masyarakat dalam mengakses identitas dan layanan administrasi kependudukan secara digital.
Dampak tersebut juga dirasakan Aulia, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan CFN. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui cara mendaftarkan diri dan justru didaftarkan oleh anaknya.
Setelah mengikuti CFN, Aulia memperoleh berbagai pengalaman, termasuk pembelajaran mengenai kebersihan dan kedisiplinan. Ia juga mengaku omzet usahanya meningkat serta mendapat kesempatan mengikuti sejumlah pelatihan dan event.
“Awalnya saya tidak tahu cara mendaftarnya, malah saya didaftarkan sama anak saya,” ungkap Aulia.
Ia berharap kegiatan CFN dapat terus dikembangkan dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah sehingga semakin banyak pelaku UMKM dan masyarakat yang memperoleh manfaat.
Sementara itu, CFN Award 2026 juga menjadi ajang apresiasi bagi talent yang selama ini berpartisipasi dalam rangkaian Car Free Night. Sebanyak 48 talent mendapat penghargaan berdasarkan penampilan dan kontribusi mereka.
Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, di antaranya parade terbaik, penampilan paling inspiratif, penampilan paling edukatif, dan talent paling atraktif.
Kategori parade terbaik diraih Drumband SDN 6 Selong. Sementara penampilan paling inspiratif diberikan kepada Puisi Komunitas Duta Baca Lombok Timur. Adapun kategori talent paling atraktif diberikan kepada K-Pop Lombok Timur.
Rangkaian CFN Award 2026 turut dimeriahkan penampilan drumband, seni tari, dan fashion show. Salah satu penampilan yang menarik perhatian ialah fashion show kolaborasi Ale Ale Wedding dan Poslab dengan tema The Beauty of Bhinneka Tunggal Ika.



