sorotanmedia.co, Lombok Timur – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan warga untuk tetap menjaga tanaman pohon mangrove yang telah tumbuh di Desa Sugian Kecamatan Sambelia, guna menjaga ekosistem kawasan.
“Rimbunnya hutan mangrove sebagai refleksi kehidupan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Juaini Taofik dalam peluncuran Ekowisata Mangrove di Taman Wisata Alam Keramat Suci Ekowisata Desa Sugian di Lombok Timur,. Minggu, (05/04/2026).
Ia mengatakan, rimbunnya mangrove mengajarkan kesederhanaan membawa pesan bahwa cinta yang tulus adalah tentang menjaga dan melindungi, bukan sekadar memiliki.
Ini juga disebutnya sebagai sebuah filosofi yang menjadi fondasi kuat dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan bebas dari kekerasan.
”Dibalik rimbunnya mangrove, ada kesan sederhana. Cinta yang baik adalah melindungi bukan memiliki,” katanya.
Ia mengatakan bahwa prinsip utama dalam menjaga alam, halnya membina keluarga adalah kesadaran untuk melindungi, bukan sekadar memiliki.
Dengan semangat perlindungan tersebut, keberlanjutan ekosistem akan terjaga, sebagaimana rumah tangga yang harmonis akan jauh dari KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) karena landasannya adalah saling menjaga satu sama lain.
Lebih lanjut, Sekda menyampaikan apresiasi kepada Wahana Visi Indonesia (WVI) yang telah membuktikan komitmen awal untuk mewujudkan destinasi ini.
Baginya, langkah ini adalah pintu pembuka kolaborasi yang lebih luas; karena tujuan akhirnya bukan sekadar merestorasi hutan mangrove.
“Melainkan memastikan denyut ekonomi masyarakat Desa Sugian terus berputar melalui variasi ekonomi yang kuat di wilayah Sambelia,” katanya.
Mengingat peran penting mangrove mencegah abrasi, Sekda mengapresiasi pendekatan pembangunan ekowisata ini yang begitu menyatu dengan masyarakat.
“Kami menitipkan pesan agar para pengelola tidak seperti anak yang lupa akan induknya ketika sudah besar nanti,” katanya.(yt)



