Thursday, April 9, 2026
Google search engine
HomeLombok TimurMemilukan, Warga Mengaku ‘Bayar Angin bukan Bayar Air’ ke PDAM Lotim

Memilukan, Warga Mengaku ‘Bayar Angin bukan Bayar Air’ ke PDAM Lotim

sorotanmedia.co, Lombok Timur – Sejumlah warga di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan keluhan terkait distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang dinilai tidak konsisten dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan laporan warga, jadwal pengaliran air yang tidak menentu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari apalgi saat hari-hari besar seperti ini. Air seringkali hanya mengalir pada jam-jam yang tidak terduga dan tidak menentu, dengan durasi yang sangat singkat.

Kondisi ini membuat warga kesal dan marah terhadap pengelolaan PDAM yang tidak konsisten dan tidak bertanggungjawab.

“Waktu pengaliran tidak menentu sekarang, air sering mati dan kecil saat jadwal yang harusnya milik kami, kalau beberapa bulan lalu tertip dia,” ungkap Hariadi pada Minggu (29/03).

Ia juga menyampaikan debit air yang keluar seringkali sangat kecil sehingga proses pengisian bak atau tower membutuhkan waktu lama malah tidak dapat sama sekali.

“Hari ini kita hanya mendapatkan angin saja, air nya yang tidak keluar, jadi kami hanya membayar angin bukan air,” tuturnya.

Selain itu warga merasa kekurangan sosialisasi dari pihak PDAM terkait adanya gangguan teknis atau perbaikan jaringan.

“Kami bayar tagihan rutin setiap bulan, tapi layanannya justru menurun. Kalau mau mematikan atau mengalihkan aliran air, setidaknya ada pemberitahuan supaya kami bisa antisipasi,” ujarnya.

Ditempat yang sama Sahip meminta manajemen PDAM untuk segera turun ke lapangan dan melakukan evaluasi teknis. Warga berharap ada perbaikan pada sistem distribusi agar pembagian air bisa dilakukan secara merata dan terjadwal dengan jelas baik agar tidak ada yang sengsara dan tidak.

“Jika kendala dipicu oleh faktor teknis seperti kerusakan pompa atau kebocoran pipa, buktikan dong,” cetus Sahip.

Hingga saat ini, Sahip dan warga masih menunggu respon resmi dan langkah nyata dari pihak PDAM untuk menormalisasi pasokan air di wilayah Ketangga.

“Kalau begini terus lebih baik kami rusak pipanya atau kembalikan uang kami,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Direktur PDAM Lombok Timur saat di konfirmasi berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga Desa Ketangga tersebut.

“Kami tindak lanjut kan ya,” singkatnya. (yt)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments