sorotanmedia.co, Lombok Timur – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH L G Muhammad Zainuddin Atsani, menggelar pengajian silaturahim pendidikan NW di Majlis Dakwah Hamzanwadi II, Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Minggu (29/03). Kegiatan ini merupakan peninggalan pendiri NW almagfurlah Maulanasyaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, semasa hayatnya.
Dalam pidatonya Ketua Umum PBNW mengingatkan pentingnya terus menjaga hubungan silaturahim antar sesama, karena itu bagian dari ajaran agama kita yang harus kita junjung tinggi.
“Momen Idul Fitri ini kita jadikan momentum untuk kita saling memaafkan sehingga kita bisa melanjutkan perjuangan dalam menegakan agama Allah SWT,”ucapnya.
Maka, dalam berjuang di NW, katanya, terus pupuk semangat persatuan seperti ajaran Maulanasyaikh yaitu kompak utuh bersatu dalam menggapai puncak perjuangan.
Ia juga menekankan pentingnya lagu perjuangan Nahdlatul Wathan sebagai sarana pembinaan karakter dan motivasi bagi santri di seluruh madrasah NW.
“Lagu (perjuangan NW) ini sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai perjuangan dan semangat kebangsaan di lingkungan pendidikan Nahdlatul Wathan,” ucapnya.
Ketum PBNW meminta seluruh madrasah Nahdlatul Wathan untuk secara aktif mengajak para santri menyanyikan lagu perjuangan NW dalam kegiatan rutin.
“Lagu perjuangan NW memiliki peran strategis dalam membangkitkan motivasi belajar dan semangat berjuang para santri,” tandasnya.
“Lirik yang sarat dengan pesan perjuangan dan pengabdian dinilai mampu membentuk mental yang tangguh serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi terhadap agama, masyarakat, dan bangsa,” sambumg Rektor IAIH NW Lotim ini.
Lanjutnya, langkah ini dinilai penting untuk menanamkan rasa memiliki terhadap organisasi serta memperkuat identitas kolektif di kalangan generasi muda.
“Lagu perjuangan dipandang tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai yang efektif,”ujarnya.
Menurutnya, tradisi menyanyikan lagu perjuangan ini memiliki akar historis yang kuat dalam perjalanan organisasi. Pendiri organisasi Nahdlatul Wathan, Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dikenal konsisten mengajarkan para santri untuk menyanyikan lagu perjuangan sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan ideologis.
“Praktik tersebut menjadi warisan yang terus dijaga hingga saat ini. Melalui pembiasaan menyanyikan lagu perjuangan, diharapkan santri tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga semangat juang dan loyalitas terhadap nilai-nilai organisasi,”pungkasnya.
Hadir pada acara tersebut, Rois Am Dewan Musytasyar PBNW Ummuna Hj St Raihnaun ZAM, Masyaikhul Mahad DQH NW, jajaran PBNW, Badan Otonom dan Lembaga NW. (vin)



