Thursday, April 9, 2026
Google search engine
HomeMataramKetum PBNW, Kukuhkan Pengurus L-FAS NW Periode 2026-2030

Ketum PBNW, Kukuhkan Pengurus L-FAS NW Periode 2026-2030

sorotanmedia.co, Mataram- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) DR TGKH Muhammad Zainuddin Atsani, mengukuhkan kepengurusan Lembaga Falakiyah dan Astronomi (L-FAS) Nahdlatul Wathan periode 2026–2030, di kantor PBNW Mataram, pada Selasa (17/02/2026).

Dr. TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, dalam sambutannya, mengatakan kepengurusan L-FAS periode ini hadir dengan semangat baru sebagai hasil usulan dan masukan dari pengurus tingkat pusat maupun wilayah.

“Kami berharap Lembaga Falakiyah dan Astronomi ini semakin eksis dan mampu menghadirkan informasi yang lebih update, terutama terkait jadwal ibadah seperti puasa, lebaran, dan hari-hari besar Islam,” imbuhnya.

TGKH Atsani berharap  peran L-FAS NW tidak hanya terbatas pada penentuan kalender keagamaan, tetapi juga mencakup kajian astronomi secara lebih luas. Falakiyah dan astronomi memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman terhadap fenomena alam.

“Banyak hal yang bisa dikaji, mulai dari pergerakan bulan hingga fenomena-fenomena alam lainnya,” katanya.

Ketum PBNW juga dalam program kerjanya, L-FAS NW bisa melakukan pelatihan secara rutin bagi pengurus NW, mahasiswa/thullab Mahad dan santri NW.

“Kantor PBNW ini tempat pusat kegiatan NW dan untuk pelatihan falak dan astronomi, L – FAS juga bisa menggunakan kantor PBNW ini,” pungkasnya.

Usai dilantik, Ketua L-FAS Nahdlatul Wathan, Dr. TGH. Abdussyakur, menegaskan komitmennya untuk menjalankan program kerja yang berorientasi pada pelayanan umat dan penguatan literasi falakiyah di lingkungan Nahdlatul Wathan.

“Setelah kami dilantik, insya Allah kami akan menjalankan tugas dengan beberapa program kerja, di antaranya memberikan informasi kepada warga Nahdlatul Wathan terkait penentuan awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Dzulhijjah,” ujarnya.

Selain itu, L-FAS NW juga akan hadir langsung di tengah masyarakat dalam layanan penentuan arah kiblat.

“Program ini menyasar masjid, mushala, surau, dan tempat ibadah lainnya yang dinilai masih membutuhkan validasi arah kiblat,”tutupnya. (sm)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments